Tebo, Siasat Kota
Permasalahan dalam pengadaan jaringan listrik kembali ditemukan. Kondisinya kali ini lebih parah, jaringan dipastikan belum selesai, namun telah ditinggalkan oleh kontraktornya. Sementara harapan masyarakat untuk segera menikmati listrik tak kunjung pasti.
Kondisi ini seperti terjadi di Dusun Karang Anyak, Desa Teluk Kayu Putih, Kecamatan Tujuh Koto. Pengadaaan listrik berupa Jaringan Tegangan Menengan (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013, dipasang pada akhir tahun 2013. “Tapi sepertinya belum selesai, karena kabel hitam untuk TR belum tersambung,” untuk Karlan, Ketua RT di Dusun Karang Anyar.
Melihat persoalan yang terjadi di tempat lain, seperti di Jalan Jujuhan, Desa Wanareja. Sekitar satu bulan yang lalu listrik di sana juga tak kunjung disambung, padahal kabel jaringan semuanya telah dipasang. Dan persoalan yang terjadi karena kontraktor belum menyelesaikan administrasi.
“Pemasangan listrik di sini serempak dengan di Jalan Jujuhan Desa Wanareja, saya kira persoalannya sama ada di kontraktornya, mungkin kalau jaringan di sini malah belum serah terima, karena kabelnya saja belum terpasang,” ujarnya.
Menurut Karlan lagi, masyarakat di sana sudah sangat mengharapkan listrik segera disambung. Setidaknya sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Tapi bulan Ramadhan sendiri tinggal beberapa hari, dipastikan listrik belum dapat dinikmati oleh masyarakat. “Setelah jaringan disambung kami ingin memasang KWH, tapi bagaimana lagi jaringannya saja belum disambung,” keluh masyarakat.
Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Rimbo Bujang, Edwin Poltak Sitorus, dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya saat ini jaringan listrik yang terdiri dari Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) itu saat ini belum selesai. “Jaringan listrik di Karang Anyar memang belum selesai,” ujar Poltak saat dikonfirmasi wartawan.
Oleh sebab itu, saat ini jaringan tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Sebelum jaringan diselesaikan dan diserahterimakan ke PLN, maka jaringan belum dapat dialiri arus listrik.
Sementara itu, pihak Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum dapat dikonfirmasi wartawan. Kepala Bidang (Kabid) Migas dan Listrik, Habibi, saat dihubungi di nomor Handphonenya tidak pernah aktif. (TODO)
